BRMP NTT Memonitor Kegiatan Optimalisasi Lahan OPLAH di Kabupaten Ngada
Bajawa-Ngada, Selasa 31 Oktober 2025, BRMP NTT melakukan monitoring perkembangan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLAH) Dalam Mendukung Percepatan Swasembada Pangan di Kabupaten Ngada.
Kegiatan Monev dilakukan untuk mengetahui progres dan perkembangan kegiatan OPLAH dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan.
Kegiatan monev dihadiri Tim BRMP NTT yakni Kepala BRMP NTT Dr. Abdul Wahab, Ketua Tim Kerja Program Dr. Haruna, Koordinator OPLAH Christ Sendow, M.Si, dan Sekretaris Kegiatan Swasembada Pangan Ari Priyadi, S.Pt.
Kegiatan monev diawali pertemuan di Aula Kantor Desa Sesa yang dihadiri ketua dan anggota kelompok tani Wituri serta Kepala Desa Seso dan Kepala BPP Seso Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada.
Pada kesempatan yang sama Kepala BRMP NTT melakukan sosialiasi OPLAH dan Brigade Pangan kepada kelompok tani penerima OPLAH di dalamnya termasuk luasan lahan, manfaat dan paket OPLAH serta batas waktu penyelesaian OPLAH. Selain itu juga disampaikan info tentang kemudahan pengadaan dan harga pupuk dll. kemudian dilanjutkan diskusi, dan petani menanyakan beberapa hal diantaranya bagaimana mekanisme sistim pengambilan pupuk yang tidak mempersulit petani.
Dalam pertemuan tersebut Ka. BRMP NTT juga menghimbau kepada PPL sebagai mitra pendamping untuk terus mendorong percepatan pekerjaan fisik OPLAH seperti pembuatan saluran irigasi, olah tanah, dan pengawasan mulai dari pengolah lahan, penanaman, sampai pada pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, serta pengawasan penyedian benih dan saprodi dll), sehingga kebutuhan untuk kegiatan di MT I 2025/2026 tersedia dengan baik.
Pada hari yang berbeda sebelum Tim BRMP melakukan kunjungan lapangan ke desa Seso, desa Meliwaru dan desa Figas saru, desa Waenao terlebih berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Ngada bersama Kabid-Kabidnya yang sempat tertunda di hari pertama karena faktor teknis, dalam koordinasi tersebut membahas terkait data, kelengkapan administrasi, pekerjaan fisik OPLAH, serta realisasi fisiknya OPLAH, Selain itu juga membahas perkembangan Brigade Pangan di Kab. Ngada.
Melanjutkan kegiatan pasca koordinasi, Tim monev juga turun ke lapangan, dan kunjungan tersebut dapat bertemu dengan kelompok tani Hobomudi, dan Kelompok tani Wituri bersama anggotanya yang sedang menyelesaikan pekerjaan saluran irigasi. Mereka sudah menyelesaikan 70% atau rata-rata 100-200 meter. Kelompok tani yang di monev menargetkan akan menyelesaikan pekerjaan saluran irigasi di akhir bulan November kalau tidak terhalang dengan hujan.
Pada saat yang sama Tim Monev juga bertemu langsung dengan PPL selaku pendamping dan pengawas yang sedang mengawasi pekerjaan tersebut, dan berkesempatan berdiskusi dengan PPL dan petani disaat mereka beristirahat siang. Beberapa hal-hal yang disampaikan Ka. BRMP NTT antara lain penjelasan tentang manfaat OPLAH dan motivasi dan dorongan kepada petani agar bisa secepat menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan menekankan untuk memanfaatkan bantuan Kementerian Pertanian semaksimal mungkin, bahkan kalau perlu harus melebihi target panjang irigasi yang sudah ditentukan dengan cara bekerjasama dan bergotong royong tanpa diupah namun cukup menyiapkan makan dan air minum, karena manfaat irigasi yang dihasilkan juga untuk petani sendiri.
Di akhir pertemuan Kepala BRMP NTT juga menyampaikan bahwa paket bawaan OPLAH seperti pupuk, olah lahan, benih dll harus segera diusulkan meskipun sebelum selesai saluran irigasinya dikerjakan agar penanaman padi di MT I bisa tepat waktu, dan dipastikan paket tersebut keberadaan mutu benihnya dalam kondisi baik dan demikian pula jumlahnya juga sudah sesuai. Dengan demikian program OPLAH tujuannya tercapai yakni mendukung petani meningkatkan IP 1 menjadi IP 2, atau IP 2 menjadi IP 3 sehingga pendapatan petani akan bertambah karena sumber air yang mengalir melalui irigasi OPLAH lebih maksimal.