BBRMP NTT Mendukung Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional di Nusa Tenggara Timur
Kupang, 7 Mei 2026 – Upaya percepatan swasembada bawang putih Nasional terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah dilaksanakan rapat koordinasi terkait program swasembada bawang putih yang melibatkan berbagai pihak strategis, di antaranya tim Balai Besar Penrapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) NTT, perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Kepala Bidang Kabupaten Kupang, Petugas Benih Tanaman (PBT), serta perwakilan Dinas Pertanian dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Kegiatan rapat dibuka oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasioanal, khususnya pengembangan komoditas hortikultura strategis seperti bawang putih.
Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Ibu Ridma dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih pada tahun 2028. Untuk mendukung target tersebut, pada periode 2026–2027 petani, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur, didorong untuk berperan aktif dalam pengembangan bawang putih sebagai sumber benih.
“NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan bawang putih karena didukung kondisi agroklimat dataran tinggi yang sesuai serta memiliki sejarah budidaya bawang putih di beberapa wilayah,” ungkapnya dalam rapat koordinasi tersebut.
Dalam program pengembangan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) benih bawang putih di Provinsi NTT, terdapat dua kabupaten yang menjadi prioritas pengembangan, yakni Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kedua wilayah tersebut dipilih karena memiliki ketinggian wilayah yang cocok untuk pertumbuhan bawang putih serta rekam jejak historis sebagai daerah yang pernah menjadi sentra budidaya bawang putih di NTT.
Program CPCL sendiri merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan pertanian, di mana pemerintah melakukan identifikasi terhadap calon petani dan calon lokasi yang dinilai siap untuk menjalankan program budidaya maupun perbenihan. Melalui proses ini, pemerintah dapat memastikan bahwa program berjalan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi bawang putih dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan bawang putih nasioanal masih cukup tinggi sehingga diperlukan perluasan area tanam serta penguatan sistem perbenihan nasioanal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP NTT, Penyuluh, serta para petani dalam mendukung pengembangan bawang putih di Nusa Tenggara Timur. Selain memperkuat ketahanan pangan nasioanal, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka peluang pengembangan komoditas hortikultura unggulan daerah