BRMP NTT menerima kunjungan Mahasiswa Pascasarjana UNPAZ Timor Leste dan Pergizi Pangan DPD NTT
Naibonat, 4 September 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana dari Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste bersama PERGIZI Pangan DPD NTT. Kunjungan ini bertujuan memperluas wawasan akademik dan pengalaman praktis mahasiswa mengenai inovasi pertanian lahan kering, pengelolaan kebun percobaan dan laboratorium, standardisasi, serta penguatan ketahanan dan resiliensi pangan di wilayah beriklim kering. Rombongan UNPAZ dipimpin Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral, Dr. Martinus Nahak Lino, bersama pimpinan program studi, dosen, doktor dan mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat. Turut mendampingi rombongan, Guru Besar Ilmu Ekologi Pangan dan Gizi Masyarakat, Prof. Dr. Intje Picauly. Rombongan disambut langsung oleh Kepala BRMP NTT Dr. Novalisa Tresya Ester Lumentut, S.P.,M.Sc dan tim BRMP NTT di Aula A BRMP NTT.
Kepala BRMP NTT Dr. Novalisa Tresya Ester Lumentut, S.P.,M.Sc dalam sambutannya berterima kasih atas kunjungan mahasiswa pascasarjana dari Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste bersama PERGIZI Pangan DPD NTT.Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral UNPAZ, Dr. Martinus Nahak Lino, menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menambah informasi dan pengetahuan serta belajar khususnya dalam penanganan stunting, pangan dan gizi. Rombongan terlebih dahulu mengikuti pemaparan profil BRMP NTT serta inovasi dan teknolgi pertanian yang dilaksanakan di BRMP NTT oleh Ketua Kelompok Substansi Penerapan Dan Penilaian Kesesuaian Ir.Irianus Rejeki Rohi,M.Si dan dilanjutkan dengan diskusi bersama.
Setelah menerima materi dan berdiskusi, rombongan kemudian melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas dan lokasi penerapan teknologi BRMP NTT. Kunjungan diawali ke Taman Agromodern, dilanjutkan dengan melihat secara langsung pertanaman padi menggunakan metode PM AAS (Pertanian Modern Agriculture Advanced System), dilanjutkan mengunjungi gudang benih UPBS untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan dan penyediaan benih sumber maupun benih bermutu, serta kandang ternak ayam KUB. Kegiatan lapangan ditutup dengan kunjungan ke Laboratorium Pengujian BRMP NTT. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata kelola laboratorium pengujian.
Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi Timor Leste dan BRMP NTT, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan inovasi pertanian lahan kering, penelitian, standardisasi, dan penguatan ketahanan pangan di kawasan Nusa Tenggara