BRMP NTT Hadiri Gerakan Tanam Serempak dan Rapat Koordinasi Penyuluh di Kabupaten Kupang
Kupang, 01 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur turut berpartisipasi dalam Gerakan Tanam Serentak dan Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Kupang yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di lahan Optimasi Lahan (Oplah) Kelompok Tani Rukun Makmur, Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur Provinsi NTT. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan tanam serempak yang dilaksanakan secara Nasional melalui sambungan daring dan dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.
Gerakan tanam serempak ini menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan pencapaian target penanaman, peningkatan produksi pangan Nasional sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan di Kabupaten Kupang dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Tedy Dirhamsyah, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang Roby Darmawan, M.Eng., yang mewakili kepala BRMP NTT Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si, Kepala SMK PP Kupang Dr. Bogarth K. Watuwaya, S.Pt., M.Sc, Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Sarlince Lado, S.Pt, Katimker Penyuluh Provinsi Nusa Tenggara Timur serta para penyuluh pertanian di Kabupaten Kupang.
Setelah penanaman serempak, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi. Dalam sambutan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Kupang menyampaikan harapan agar koordinasi sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan Swasembada Pangan Berkelanjutan di kabupaten Kupang. Ir.Irianus Rejeki Rohi, M.Si menyampaikan pentingnya persamaan gerak terutama dalam penerapan komponen teknologi dalam penerapan metode PM-AAS (Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System). Dr. Tedy Dirhamsyah menyampaikan harapannya agar gerakan tanam serempak ini mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga mencapai IP 2,5 melalui optimalisasi pemanfaatan kondisi iklim dan ketersediaan air. Menurutnya, pengembangan budidaya pada lahan Optimasi Lahan (Oplah), CSR, lahan reguler, serta penerapan metode Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System (PM-AAS) diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hingga mencapai 10 ton per hektare.
Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Penyuluh Pertanian, Lembaga Pendidikan, serta para petani, Gerakan Tanam Serempak diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat peningkatan produksi pertanian termasuk provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung terwujudnya Swasembada Pangan Nasional yang Berkelanjutan.
Tampilkan lebih sedikit