BRMP NTT Kunjungi Disperindag dan BI Prov. NTT, Terkait Identifikasi UMK Cokelat
Kupang, Rabu 17-06-2026. Tim Pendampingan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BRMP NTT) melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi NTT serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT. Rangkaian koordinasi ini difokuskan pada pengumpulan data, informasi, serta inventarisasi potensi UMK lokal, khususnya yang bergerak di sektor industri pengolahan cokelat.
Pada kunjungan tersebut, Tim BRMP NTT yang dipimpin oleh Firman Santhy Galung, S.Si., M.Si selaku Penanggung Jawab Kegiatan membagi 2 tim dimana tim 1 yang dikoordinir Firman Santhy Galung, S.Si., M.Si beserta tim mengunjungi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi NTT, disambut langsung oleh Penyuluh Perindag Ahli Muda, Matthioe Ata Sage, SE. Dalam sesi diskusi, Matthioe memaparkan peta kondisi terkini mengenai industri pengolahan cokelat di NTT dan beberapa UMK cokelat. Masing-masing UMK tersebut dinilai memiliki karakteristik serta tantangan pemenuhan standar yang berbeda-beda. Penanggungjawab kegiatan Firman Santhy Galung S.Si.,M.Si menyampaikan apresiasi yang mendalam atas informasi dari pihak Disperindag NTT sehingga kegiatan pendampingan penerapan standar yang akan dilakukan tepat sasaran dan efisien.
Tim Ke-2 yang diwakili Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si. dan Randy Yulidar A., S.TP., M.T. bersama anggota tim lainnya, melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT. Kehadiran Tim disambut oleh Kepala Seksi Kehumasan BI NTT, Yose Shanati J., serta Henry Anderson dari Seksi Fungsi Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Ekonomi Syariah.
Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si. berharap BI dapat memperkuat sinergi ini dengan membagikan daftar UMK di sektor pengolahan cokelat untuk dijadikan acuan pendampingan intensif menuju sertifikasi SNI. Randy Yulidar juga menambahkan bahwa koordinasi ini diharapkan mampu menginisiasi kerja sama formal dan mempermudah pertukaran data UMK potensial ke depannya. Menanggapi hal tersebut, Yose Shanati J. menyambut baik ajakan kolaborasi ini. Kerjasama dengan BRMP NTT ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas produk UMK binaan agar lebih dikenal luas. Henry Anderson dari pihak BI menambahkan bahwa mereka telah bermitra dengan beberapa UMK sektor cokelat, termasuk kelompok tani kakao dan perusahaan pengolahannya. Ia juga menyarankan agar ke depan, cakupan pendampingan dari BRMP NTT dapat diperluas ke sektor potensial lainnya.
Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar bagi Tim BRMP NTT dalam menentukan lembaga penerap atau UMK yang akan diberikan pendampingan intensif peningkatan mutu produk hingga meraih sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).