BRMP NTT Mengikuti Kegiatan APEC Economies di Lima, Peru
Lima Peru, 23-24 September 2026, Kepalai Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur Dr. Novalisa Tresya Ester Lumentut, SP, M.Sc perwakilan delegasi Indonesia mengikuti Workshop on Promoting Disaster Resilience to Enhance Food Security in APEC Economies, yang diselenggarakan oleh The Ministry of Agrarian Development and Irrigation of Peru, within the framework of the Agricultural Technical Cooperation Working Group of the Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 23–24 September 2026 di Lima, Peru.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari berbagai negara of the APEC economies as follows: Australia, Malaysia, Philippines, Indonesia, Brunei Darussalam, Canada, Chile, The Peoples’s Republic of China, Japan, The Republic of Korea, Mexico, New Zealand, Peru, the Russian Federation, Singapore, Thailand, the United States of America, Hongkong dan Viet Nam.
Workshop Ketahanan Bencana bertujuan Meningkatkan Ketahanan Pangan Ekonomi APEC untuk menghasilkan informasi dan pengetahuan tentang rencana program, inisiatif dan tindakan terkait kesiapsiagaan, respons dan pemulihan rehabilitasi bencana disektor pertanian diseluruh ekonomi APEC, khususnya pada petani kecil.
Kegiatan selama dua hari, tanggal 23–24 September 2026. Berbagai agenda kegiatan dilakukan bertempat di Hotel Souma Lima Peru. Kegiatan hari ke-1 : Pembukaan oleh Teddy Edmund Pavon, Program Director APEC Secretariat dan dari Kementerian Pembangunan Agraria dan Irigasi Peru, dilanjutkan dengan Presentasi dan diskusi dari masing-masing delegasi peserta APEC. Kegiatan hari ke-2 : Kunjungan ke National Emergency Operations Center (COEN). Peserta mendapatkan informasi tentang peran COEN dalam memantau keadaan darurat, mengkoordinasikan respons bencana serta memfasilitasi pertukaran informasi dan pengambilan keputusan antar institusi terkait. Kunjungan dilanjutkan ke The Monitoring and Control Center of the Ministry of Agrarian Development and Irrigation of Peru (MIDAGRI). Peserta mendapatkan informasi bagaimana Pusat Pemantauan dan Kontrol menggunakan informasi satelit, teknologi geospasial, dan data pertanian untuk memantau resiko terkait iklim mendukung pengambilan keputusan pertanian dan memperkuat ketahanan bencana di sektor pertanian.
Melalui Workshop program ini peserta masing-masing delegasi mendapatkan pengetahuan penting dan strategi terkait insiatif kesiapsiagaan, respons, program pemulihaan bencana di sektor pertanian untuk memperkuat dan meningkatkan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan