BRMP NTT Perkuat Koordinasi Mendukung Percepatan Swasembada Pangan di Kabupaten Ngada
Bajawa-Ngada, 29 Juni 2026 – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan koordinasi dan persiapan lapangan dalam rangka mendukung percepatan program Swasembada Pangan di Kabupaten Ngada pada 26–29 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim BRMP NTT yang terdiri atas Ari Priyadi, S.Pt., Marta Uli Silitonga, S.M., dan Dea Permata Sari Br Bangun, S.ST., melalui serangkaian koordinasi, sosialisasi, dan peninjauan lapangan bersama pemerintah daerah serta para penyuluh pertanian.
Pada hari pertama, tim BRMP NTT mengunjungi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada untuk berkoordinasi dengan jajaran Dinas dan Penyuluh Pertanian. Pertemuan membahas perkembangan program Swasembada Pangan, khususnya perkembangan usulan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) komoditas jagung, padi dan mandiri benih yang telah diajukan oleh pemerintah daerah.
Koordinasi kemudian dilanjutkan di CWS Penyuluh Pertanian Kabupaten Ngada dan disambut oleh Katimker Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ambrosius Koko, S.P. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai program strategis Kementerian Pertanian, meliputi realisasi dan target pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT), pengawalan bantuan pemerintah melalui CPCL pada kawasan CSR, padi reguler, Oplah 2025 dan Oplah 2026, kawasan jagung dan perkebunan, hortikultura, aneka kacang dan umbi serta pengembangan sarana prasarana irigasi seperti Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan, dan Piter.
Sebagai tindak lanjut, tim bersama Katimker PPL, penyuluh pertanian, dan tim teknis Dinas Pertanian melakukan peninjauan lapangan ke lokasi Oplah 2025 dan Oplah 2026 di Desa Waepana dan Desa Haramata, Kecamatan Soa serta Desa Golewa Selatan Kecamatan Golewa. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi ketersediaan air yang memadai sehingga diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), dari IP 2 menjadi IP 3 serta dari IP 1 menjadi IP 2. Tim juga meninjau bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) P3A Lagurea di Desa Seso, Kecamatan Soa, yang masih berfungsi dengan baik dan mengairi lahan seluas 20 hektare. Peninjauan dilanjutkan ke lokasi perbenihan kelapa dan pala di CV Dua Satu, di mana bibit kelapa yang telah berumur enam bulan dinilai siap disalurkan kepada petani.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim BRMP NTT juga mendapat undangan dari Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, S.P., untuk membahas usulan bantuan pemerintah melalui mekanisme CPCL. Beliau menyampaikan harapan agar sinergi antara BRMP NTT, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani semakin erat sehingga berbagai kendala di lapangan dapat diselesaikan secara bersama demi mendukung keberhasilan program Swasembada Pangan.
Sebagai penutup, BRMP NTT melaksanakan sosialisasi di Kantor CWS Penyuluh Pertanian Kabupaten Ngada mengenai mekanisme usulan bantuan pemerintah beserta persyaratannya. Tim juga memperkenalkan Program PM-AAS, BAST 2025, serta aplikasi e-Banper sebagai upaya mempercepat proses pengajuan bantuan secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Melalui koordinasi yang intensif ini, BRMP NTT berharap seluruh program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mempercepat terwujudnya Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Ngada.