BRMP NTT Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Malaka
Malaka, 13 juli 2026 – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan koordinasi dan persiapan lapangan dalam rangka mendukung percepatan program swasembada pangan di Kabupaten Malaka pada 8 – 11 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim BRMP NTT yang terdiri dari Ari Priyadi, S.Pt, Fransiskus Edi Gete, Hari Abrianto, dan Wilibrodus Bi melalui serangkaian koordinasi, sosialisasi, dan peninjauan lapangan bersama pemerintah daerah serta para penyuluh pertanian.
Koordinasi tim BRMP NTT dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka membahas perkembangan program Swasembada Pangan Berkelanjutan, khususnya progres usulan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) komoditas jagung, padi dan Perkebunan Jambu Mente yang telah diajukan oleh pemerintah daerah.
Koordinasi kemudian dilanjutkan di CWS Penyuluh Pertanian Kabupaten Malaka dan disambut oleh Katimker Penyuluh Pertanian Lapangan Sepriani A. J. Nenometa, SP. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai program strategis Kementerian Pertanian, meliputi realisasi dan target pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT), pengawalan bantuan pemerintah melalui CPCL pada kawasan CSR, padi reguler, Oplah 2025 dan Oplah 2026, kawasan jagung dan perkebunan, hortikultura,serta pengembangan sarana prasarana irigasi seperti Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan, dan Piter serta kegiatan PM-AAS.
Sebagai tindak lanjut, tim bersama Katimker Penyuluh Pertanian , penyuluh pertanian lapangan, dan tim teknis Dinas Pertanian melakukan peninjauan lapangan ke lokasi Oplah 2025 di Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi ketersediaan air yang memadai sehingga diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), dari IP 200 menjadi IP 300. Tim juga meninjau bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, yang masih berfungsi dengan baik dan mengairi lahan seluas 20 hektare. Peninjauan dilanjutkan ke lokasi Irigasi Perpipaan (IRPIP) di Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, yang masih berfungsi dengan baik dan mengairi lahan seluas 10 hektare dan sudah melakuakan peningkatan Indek tanama dari IP 100 ke IP 200. Tim BRMP meninjau lokasi Perluasan Jambu Mente di Desa Wesei, Kecama-tan Welima seluas 3 Hektare dan petani penerima bantuan sudah mempersiapan lokasi dan menunggu benih masih dalam tahap proses pembibitan yang dilakukan di Kabupaten Belu oleh penyedia.
Akhir kegiatan, BRMP NTT melaksanakan sosialisasi di lokasi kegiatan PM-AAS Bersama Penyuluh Pertanian Kabupaten Malaka mengenai mekanisme usulan bantuan pemerintah beserta persyaratannya. Tim juga memperkenalkan Program PM-AAS, dan aplikasi e-Banper sebagai upaya mempercepat proses pengajuan bantuan secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Melalui koordinasi yang intensif ini, BRMP NTT berharap seluruh program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Malaka serta lokasi yang mendapatkan kegiatan Oplah 2026 dan juga pembentukan Brigade Pangan mampu mengoptimalkan lokasi tersebut sehingga bisa meningkatkan IP 200 ke IP 300.