Koordinasi BRMP NTT Mendukung Swasembada Pangan Di Kabupaten Ende
Ende, Senin 22 Juni 2026 Tim BRMP NTT melaksanakan koordinasi terkait dengan LTT dan CPCL di Kabupaten Ende dengan melakukan pertemuan bersama beberapa pihak terkait. Tim BRMP NTT yang bertugas terdiri dari Christofel Jhon Bernhard Sendow, S.ST, M.Sc., Andi Kharisma Pribadi, S.E, dan Titin Paramita Tandipanga S.Sos. Dalam pertemuan dimaksud, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende Bapak Gadir H. Ibrahin Dean, S.P menyampaikan progres Luas Tambah Tanam (LTT) tanaman padi yang terus dilakukan agar target realisasi LTT di kabupaten Ende bisa tercapai, selain itu juga disampaikan bahwa dalam mendukung swasembada pangan melalui usulan-usulan CPCL program bantuan pemerintah pada bidang perkebunan, bidang prasarana dan sarana pertanian, serta pada bidang tanaman pangan disusun bersama-sama dengan penyuluh kabupaten agar data usulan CPCL yang dikirim benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Tim BRMP NTT melanjutkan kegiatan koordinasi dengan melakukan pertemuan bersama Katimker PPL Kabupaten Ende bapak Nee Mohamad Thamrin, S.TP juga para PPL Kabupaten Ende di kantor CWS Kabupaten Ende. Dalam pertemuan tersebut BRMPT NTT mengingatkan kembali para penyuluh untuk pro aktif dalam mendukung swasembada pangan dengan memperhatikan pengisian data Luas Tambah Tanam (LTT) dan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) kegiatan bantuan pemerintah. Katimker Penyuluh Kab. Ende dan PPL menyampaikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain bahwa para PPL telah mengumpulkan dan mempersiapkan data-data kelengkapan berkas usulan CPCL yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian serta telah melakukan pembagian tugas diantara penyuluh CWS.
Kegiatan Tim BRMP NTT dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke Desa Nuaja Kecamatan Ende Timur untuk meninjau lokasi kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebagai upaya untuk mendukung program swasembada pangan yang perkerjaan kontruksi sudah berjalan. Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau lokasi penangkaran bibit kakao di Desa Nangapanda Kecamatan Nangapanda yang telah berjalan. Hasil pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa tanaman kakao dalam pertumbuhan yang sehat tidak terdapat serangan hama dan penyakit sehingga diharapkan target distribusi ke petani pada bulan november dan desember dapat tercapai.