Kunjungan Tim BRMP Bersama Penyuluh ke Penangkar Perbenihan Kakao di Flores Timur
Larantuka, Flores Timur 28 Juni 2026, Tim BRMP NTT melakukan koordinasi dalam mendukung kegiatan swasembada pangan berkelanjutan bersama para penyuluh kabupaten Flores Timur. Dalam kegiatan koordinasi, Tim BRMP NTT juga melakukan kunjungan lapangan langsung ke penangkar perbenihan kakao di Kabupaten Flores Timur. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si., bersama anggota tim, Yehuda Febry Kristanto, S.M dan Musa A. Tungga ini, bertujuan untuk memantau langsung kesiapan stok serta perkembangan bibit kakao di tingkat penangkar lokal.
Dalam peninjauan tersebut, tim BRMP NTT turut didampingi oleh tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berserta Kepala Bidang Perbenihan dan Perlidungan Perkebunan Paulus Tena, SP. Lokasi penangkar berada di Desa Lewoloba, Kecamatan Ile Mandiri. Di lokasi ini, tim bertemu langsung dengan Petrus Bato Koten, pengelola penangkar perbenihan dari CV Dua Satu. Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, ketersediaan bibit di CV Dua Satu saat ini telah mencapai 580.000 pohon. Jumlah tersebut mengembirakan karena telah melampaui target kebutuhan awal yang dipatok sebanyak 500.000 pohon.
Meski secara kuantitas target telah terpenuhi, proses pembibitan di lapangan bukan tanpa kendala. Petrus mengungkapkan adanya tantangan alam berupa tingginya curah hujan belakangan ini. Hal tersebut memicu tingginya kelembaban udara di area pembibitan, yang akhirnya membuat tingkat pertumbuhan bibit menjadi tidak maksimal dan tidak seragam. Curah hujan yang berlebih ini diakui cukup menghambat fase krusial pertumbuhan dari biji hingga menjadi anakan (bibit siap tanam).
Menanggapi kendala tersebut, Koordinator Tim BRMP NTT, Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si., memberikan arahan dan solusi teknis demi menyelamatkan kualitas bibit yang ada. Ia menekankan pentingnya perawatan ekstra pada kondisi batang bawah. "Dalam situasi cuaca dengan kelembaban tinggi seperti ini, kunci utamanya adalah menjaga kondisi batang bawah yang sudah ada agar tetap sehat, kuat, dan tidak membusuk. Manajemen drainase bibit dan pemantauan jamur harus diperketat agar pertumbuhan atasnya nanti bisa mengejar ketertinggalan," ujar Irianus di sela-sela peninjauan. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan kepastian ketersediaan benih kakao yang berkualitas bagi para petani di Flores Timur, sekaligus memastikan para penangkar mendapatkan pengawalan teknis yang tepat di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.