Perkuat Swasembada Pangan, BBRMP NTT Melalui UPBS Mulai Proses Tanam MT I
Kupang, Rabu 18 februari 2026, dalam tahun 2026 UPBS BBRMP NTT melaksanakan kegiatan pembenihan dalam II musim tanam. Dalam musim tanam I Januari-Mei 2026. Pada MT I (Januari-Mei 2026) total lahan yang dikelola mencapai 15 hektar, diantaranya dikelola tim UPBS seluas 9 Hektar dan tim IP2MP seluas 6 Hektar. Tim UPBS menanam benih Ciherang (3 Ha), Inpari 42 Agritan GSR (2 Ha), Inpari 32 HDB (2 Ha) dan Cakrabuana (2 Ha) dengan klasifikasi Benih Dasar (BD)/Label putih yang nantinya akan diproses menjadi Benih Pokok (BP)/Label ungu, sedangkan beni dengan klasifikasi Benih Penjenis (BS)/Label kuning adalah Inpari 6 Jete (1 Ha) yang nantinya akan diproses menjadi Benih Dasar (BD)/Label Putih. Selanjutnya, melalui tim IP2MP juga mendukung perbenihan padi khususnya penyediaan benih sumber berkualitas, tim IP2MP mengelola lahan seluas 6 Ha dengan rincian Inpari 42 Agritan GSR (3 ha), Inpari 32 HDB (2 Ha), dan Cakrabuana (1 Ha) dengan klasifikasi kelas Benih Dasar (BD)/Label putih yang nantinya akan diproses menjadi Benih Pokok (BP)/Label ungu.
Guna memastikan produktivitas yang maksimal, BBRMP NTT menerapkan teknologi sistem tanam Jajar Legowo 2:1. Metode ini merupakan cara penanaman dengan menggunakan pola jarak antar baris sehingga seluruh rumpun padi berada di baris pinggir. Metode ini dipilih karena efektif dan efisien dalam meningkatkan produktivitas. Selain memudahkan dalam proses perawatan dan pemupukan, sistem ini mampu meningkatkan populasi tanaman serta dapat mengoptimalkan penyerapan sinar matahari dalam proses fotosistesis. Penerapan teknologi ini juga diharapkan mampu menimalisir serangan hama dan penyakit melalui sirkulasi udara yang lebih lancar di antara barisan tanaman. Kegiatan ini merupakan langkah BBRMP NTT untuk menghasilkan benih sumber sebanyak 50 ton (10 ton benih padi kelas Benih Dasar (BD)/Label putih dan 40 ton Benih padi berlabel Benih Pokok (BP)/Label ungu) yang memiliki daya tumbuh baik dan kemurnian varietas benih yang dihasilkan guna mendukung program pemerintah khususnya kegiatan Swasembada Pangan Berkelanjutan.