Pegawai BRMP NTT Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris dan Rantai Nilai Komoditas Pertanian
Bogor, 29 September 2026 – Pegawai Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BRMP NTT) mengikuti Pelatihan Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Public Speaking serta Pelatihan Rantai Nilai Komoditas Pertanian (Mutu Benih, Mutu Beras, dan Laboratorium Tanah). Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dan dilaksanakan selama tiga hari, 29 September–1 Oktober 2026, bertempat di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai dari berbagai unit kerja lingkup BRMP se-Indonesia. Pelatihan Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Public Speaking diikuti sebanyak 50 peserta, sedangkan Pelatihan Rantai Nilai Komoditas Pertanian diikuti oleh 91 peserta.
BRMP NTT mengirimkan tiga pegawai untuk mengikuti kedua pelatihan tersebut. Randy Yulidar Anggarapuri, S.TP., M.T. dan Fetra Wina Purba, S.AP. mengikuti Pelatihan Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Public Speaking. Sementara itu, Dinasti Kumarasari, A.Md. mengikuti Pelatihan Rantai Nilai Komoditas Pertanian khususnya Laboratorium Tanah.
Kegiatan pelatihan dibuka secara langsung oleh Sekretaris BRMP, Handi Arief, S.T., M.A.P., secara daring. Dalam arahannya, beliau menyampaikan harapan agar pelatihan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi peserta serta menunjang pelaksanaan tugas dan kinerja di masing-masing unit kerja.
Pelatihan Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Public Speaking menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara efektif. Sementara itu, Pelatihan Rantai Nilai Komoditas Pertanian memberikan penguatan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait mutu benih, mutu beras, serta laboratorium tanah sebagai bagian penting dalam mendukung pengembangan dan modernisasi pertanian.
Keikutsertaan pegawai BRMP NTT dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi.